Ketika sedang berjalan-jalan di hutan untuk mencari kayu bakar. Seorang bapak tanpa sengaja menemukan sebuah Poci. Lalu, digosok-gosoklah poci tersebut, dan tiba-tiba...
Keluarlah seorang jin seraya berkata, "Kuberi 3 Permintaan, silahkan!"
Lalu, sang bapak menjawab, "Berikan aku waktu! Aku tak tau ingin meminta apa."
Lalu, jin itu pun menjawab, "Baiklah, bawalah aku kerumahmu dan apabila kau telah menemukan keinginanmu, gosoklah poci itu."
Sang bapak hanya mengangguk menandakan bahwa ia mengerti...
Sesampai dirumah, ia menceritakan semua kepada istri dan anaknya.
Sang istri berkata, "Mengapa kau begitu bodoh suamiku?. Mengapa kau tak meminta supaya kau diberikan istri yang cantik?"
Sang suami kaget, seraya berkata, "Mengapa kau berkata demikian? Jikalau aku meminta supaya diberikan istri yang cantik, bagaimana denganmu nantinya?"
Sang istri menjawab, "Bukan begitu maksudku. Maksudku, kau meminta kepada jin itu agar mengubah wajahku menjadi cantik."
Sang suami mengangguk-angguk dan berkata, "Baiklah, aku mengerti maksudmu istriku."
Sang suamipun langsung mengambil poci tersebut seraya menggosoknya, dan keluarlah jin itu...
Jin-pun berkata, "Apa yang harus ku kabulkan untuk permintaan pertama?"
Sang bapak menjawab, "Aku ingin agar kau mengubah wajah istriku menjadi cantik."
Jin mengangguk dan berkata, "Baiklah."
Tak lama kemudian, berubahlah wajah sang istri menjadi cantik sesempurnanya cantik. Sang bapakpun tercengang kagum, seraya memeluk sang istri yang telah berubah begitu menawan. Sang anakpun demikian, dia begitu kagum dengan perubahan drastis ibunya.
Keesokan harinya, terdengarlah kabar ke Istana raja bahwa ada seorang wanita cantik jelita di desa. Maka, sang raja pun menyuruh prajuritnya agar memaksa wanita tersebut agar mau menikah dengannya.
Seorang prajurit bertanya, "Bagaimana dengan suaminya?"
Sang Raja-pun berkata, "Acuhkan dia, mau tak mau Istrinya harus menjadi milikku. Cepat kerjakan perintahku!"
Sang prajuritpun hanya dapat terdiam membisu seribu bahasa dan hanya dapat menganggukkan kepala.
Terdengarlah berita oleh Sang bapak, bahwa sang ibu sedang dicari oleh prajurit raja. Lalu, diceritakanlah semua kepada sang ibu. Sang ibu hanya terkejut tak percaya.
Lalu berkatalah sang istri dalam hatinya, "Wajarlah prajurit raja mencariku karena kecantikan yang aku punya, lebih baik aku menikah saja dengan raja daripada aku hidup susah begini."
Tibalah sang prajurit didepan rumah sang bapak, keluarlah sang istri seraya meletakkan jarinya didepan bibir menandakan agar sang prajurit tidak membuat kebisingan. Lalu, pergilah sang istri ke istana dengan para prajurit raja.
Setiba disana, sang raja telah menyediakan suguhan istimewa kepada wanita cantik tersebut. Sang raja-pun menyuruh para prajurit agar memberitakan kepada masyarakat, bahwa esok akan ada acara pernikahan Sang Raja dan Istri sang bapak tersebut.
Terdengarlah kabar tersebut oleh Sang bapak, betapa pedihnya hati sang bapak, tetesan air matanya tak henti-henti menetes. Lalu, sang bapak membangunkan anaknya yang sedang tidur, untuk memberitahu hal tersebut. Terjadilah perbincangan seru antara mereka berdua...
Sang bapak berkata, "Nak, lihatlah ibu-mu, disaat ia masih buruk rupa dulu, dia mau memasak nasi untuk kita bahkan semua akan dilakukan demi kita. Namun, lihatlah sekarang! saat ibu-mu tlah cantik rupawan, dia lupakan kita bagaikan sampah, dia sengaja menikah dengan raja agar ia mendapat kenikmatan hidup di dunia ini."
Sang anak tersenyum seraya berkata, "Where there's a will, there's a way. Kenapa bapak gak minta aja biar ibu diubah mukanya menjadi anjing, pasti dia akan kembali kesini."
Sang bapak berkata, "Aku tak tega melakukannya kepada ibu-mu, nak!"
Sang anak memegang pundak sang bapak dan berkata, "Tenanglah, ini hanya sebagai peringatan kepadanya yang telah melupakan kita."
Sang bapak mengangguk setuju.
Lalu, digosoklah kembali poci itu, dan sang bapak meminta permintaan yang kedua. Dan begitu terkejutnya sang raja ketika ia terbangun dan ternyata disampingnya telah tidur seekor anjing. Tanpa pikir panjang, diusirlah Wanita jelita itu yang telah berubah menjadi anjing itu.
Terdengarlah suara anjing dari luar rumah sang bapak, dibukalah pintu oleh sang bapak. Kini, air matanya kembali meleleh dari kedua matanya. Dipeluklah sang anjing seperti saat ia memeluk istrinya sendiri. Tak lama kemudian, datanglah sang anak seraya memeluk sang ibu yang telah berubah menjadi seekor anjing betina.
Sang bapak berkata, "Nak, aku tak tega melihat ibu-mu begini, aku sungguh menyesal telah melakukannya."
Sang anak hanya tersenyum dan menjawab, "Tentulah bapak akan lebih sedih melihat ibu bersama orang lain."
Sang bapak menganggukkan kepalanya mengartikan bahwa jawaban sang anak benar.
Teringatlah sang anak, bahwa sang bapak masih mempunyai satu permintaan lagi.
Sang anak berkata, "Pak, bukannya bapak masih mempunyai satu permintaan lagi?"
Sang bapak menjawab, "Benar, wahai anakku. Namun, hal apakah yang akan kita minta wahai anakku?"
Sang anak menjawab, "Mintalah agar ibu dan kita semua kembali seperti dulu kala."
Sang bapak menjawab, "Baiklah wahai anakku."
Untuk yang terakhir kalinya, sang bapak mengambil dan menggosok poci tersebut.
Dan keluarlah sang Jin seraya berkata, "Ini adalah permintaanmu yang terakhir, berfikirlah dahulu sebelum bertindak."
Sang bapak menjawab, "Aku telah memikirkannya matang-matang."
Sang jin-pun bertanya, "Apa permintaan-mu itu?"
Sang bapak menjawab, "Kembali semua seperti dahulu kala!"
Sang jin mengangguk mendengar kata-kata sang bapak.
Sesaat kemudian, berubahlah semua menjadi seperti sedia kala. Disaat semua hal yang sesaat telah mengubah drastis kehidupan yang penuh warna menjadi sebuah kegelapan yang mencekam. Yang mengubah sang pelangi menjadi hitam. Kini kembalilah sang pelangi itu berwarna dan menyinari sang bumi.
Intisari Cerita Diatas Adalah:
"Syukuri-lah semua hal yang telah TUHAN berikan, sungguh TUHAN lebih mengetahui apa yang lebih pantas untukmu dan TUHAN akan selalu memberikan hal yang terbaik serta terindah untukmu. Sungguh TUHAN Maha Adil lagi Maha Bijaksana, maka jangan sesekali engkau berkata bahwa TUHAN tidak adil, karena TUHAN akan selalu memberikanmu hal yang terindah, tak ada satu-pun yang bisa se-adil-adilnya TUHAN dan tak ada satu-pun yang dapat sebanding dengan kekuasaan TUHAN."
karya: el-hastha

Tidak ada komentar:
Posting Komentar